Keinginan Taliban Bergabung dalam Proyek Ekonomi China dan Pakistan

Akhir-akhir ini, kelompok Taliban menjadi topik pembicaraan masyarakat dunia dikarenakan berhasil mengusai Afghanistan dan mengembangkan Afghanistan menjadi negeri yang maju. Kelompok Taliban juga berkeinginan untuk bergabung dalam proyek ekonomi China dan Pakistan, yaitu Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC). Proyek ini digadang-gadang memiliki nilai mialaran dolar.

Kelompok Taliban terbentuk pada awal tahun 1990-an dan terbentuk setelah Uni Soviet mundur dari Afganistan. Awalnya, kelompok Taliban adalah kelompok yang beraliran sunni garis keras. Sehingga kelompok ini pernah menjadi menjadi ancaman dunia. Hal ini dikarenakan kelompok Taliban dianggap telah melanggar HAM dan budaya, seperti adanya hukuman eksekusi dan potong tangan hingga larangan menempuh pendidikan bagi kaum perempuan. Taliban juga melanjutkan penghancuran patung Buddha terkenal di Afghanistan yang bernama Bamiyan pada 2001 dan menyebabkan kemarahan dari berbagai masyarakat dunia.

Meskipin demikian, Taliban berhasil memberantas korupsi, mengurangi terjadinya pelanggaran hukum, dan membuat area yang aman untuk perdagangan. Pada tahun 2020 Taliban dapat mencapai kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Meskipun akhirnya kesepakan tersebut dilanggar oleh Taliban. Taliban melanggar kesepakan tersebut dengan tetap menyerang pasukan keamanan Afghanistan dan akhirnya berhasil menguasai sujumlah besar wilayah Afghanistan, seperti ibu kota Kabul.

Kekuasaan Taliban dalam Negara Afghanistan menyebabkan masyarakat trauma dengan kebijakan tak berperikemanusiaan yang pernah Taliban lakukan. Taliban pun berjanji akan melakukan kebijakan yang berbeda dan menjalin hubungan baik dengan Negara tetangga, salah satunya dengan cara bergabung dengan proyek Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC).

Koridor Ekonomi China-Pakistan (CPEC) adalah megaproyek pembangunan jaringan jalan tol, rel kereta api, dan pipa minyak gas yang menghubungkan Pelabuhan Gwadar di Pakistan barat daya dengan wilayah otonom Xinjiang di Tiongkok barat laut.

CPEC ini dapat menjadi jalur sutera yang membuka pasar Tiongkok lebih luas lagi, sehingga dapat meguntungkan China secara ekonomi dan strategis. Hal ini dikarenakan, proyek ini tidak akan hanya berfungsi sebagai rute pendek untuk mengirim dan menerima barang serta pasokan minyak, namun akan juga akan berfungsi untuk mengurangi biaya memasok minyak dengan harga yang mencapai milyaran dollar.

CPEC adalah sebuah proyek investasi Tiongkok yang akan membangun 10 proyek di Gurun Thar yang nantinya akan menjadi sesuatu yang positif untuk daerah yang tertinggal. Proyek CPEC yang dikerjakan bersama Tiongkok ini nantinya akan menarik perhatian dunia karena akan mampu menghilangkan hambatan investasi serta perdagangan yang akan menghasilkan pasar yang luas untuk barang-barang manufaktur Pakistan dan mampu mendorong modernisasi Pakistan.

Keinginan Taliban bergabung dalam proyek CPEC disambut dengan baik oleh Menteri Dalam Negeri Pakistan Sheikh Rashid Ahmed dan mengatakan bahwa persabatan antara Pakistan dan China lebih tinggi dari Himalaya. Dengan keuntungan-keuntungan dalam proyek tersebut, tidak mengherankan apabila Taliban menginginkan untuk bergabung dalam proyek tersebut.

 

Sumber:

Umbreen Javaid. (2016). Assessing CPEC: Potential threats and prospects. Journal of the Research Society of Pakistan, 53(2).”, hal 265

https://www.republika.co.id/berita/qz1svb382/taliban-ingin-bergabung-di-proyek-ekonomi-china-dan-pakistan

https://www.aa.com.tr/id/dunia/pakistan-sambut-keinginan-taliban-gabung-dengan-koridor-ekonomi-china-pakistan/2357706

https://www.wartaekonomi.co.id/read359267/pakistan-dengan-senang-hati-terima-kehadiran-taliban-dalam-koridor-ekonomi-china

https://news.detik.com/internasional/d-5693004/apa-itu-kelompok-taliban-yang-kini-kuasai-afghanistan

https://www.liputan6.com/global/read/4633018/taliban-adalah-kelompok-militan-ini-sejarah-dan-kiprahnya-di-afghanistan

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *