Penurunan Cadangan Devisa dan Aksi Jual Investor Asing Menyebabkan IHSG Anjlok

Indeks Harga Saham Gabungan alias IHSG anjlok kembali di sesi kedua hari ini (08/06/21) ke bawah level 6.000-an di sesi kedua hari ini. Indeks menutup perdagangan di level 5.999. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan cadangan devisa dan aksi jual investor.

Pada akhir bulan Mei yang lalu, Bank Indonesia telah mencatat cadangan devisa Indonesia berada pada posisi US$ 136,4 miliar. Cadangan devisa ini lebih rendah dari posisinya pada April yang US$ 138,8 miliar. Salah satu penyebab dari penurunan ini adalah pembayaran utang luar negeri pemerintah. Pada perdagangan hari ini, sebanyak 172 saham menguat, 356 saham melemah, dan 135 saham stagnan pada perdagangan hari ini, dengan nilai transaksi sebesar Rp11 triliun.

“Investor asing tampaknya juga berbondong-bondong menarik modalnya dari pasar modal RI, terlihat dari nilai net sell asing di seluruh pasar yang mencapai Rp 263,1 miliar di akhir sesi kedua hari ini,” dikutip dari tim riset Samuel Sekuritas.

Saham yang paling banyak dibeli asing di pasar reguler antara lain Astra Internasional Tbk alias ASII Rp 65,8 miliar, Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI Rp 46,9 miliar, dan United Tractors Tbk alias UNTR Rp 33,5 miliar.

Saham yang paling banyak dijual asing di pasar reguler Sumber Alfaria Trijaya Tbk alias AMRT Rp 98,2 miliar, Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BBRI Rp 56,1 miliar, dan Bank Mandiri (Persero) Tbk alias BMRI Rp 52,4 miliar.

“Nyaris semua indeks sektoral melemah hari ini, dengan pelemahan paling dalam dicatatkan oleh indeks sektor kesehatan (IDXHEALTH) yang melemah 2,4 persen. Saham yang menurun paling dalam di sektor kesehatan adalah saham emiten pengelola jaringan RS Mitra Keluarga, MIKA, yang menurun 5,5 persen ke Rp 2,570 per saham,” kata Samuel Sekuritas.

Setelah kemarin melambung, hari ini beberapa saham-saham MNC Grup mulai perlahan turun. Beberapa diantaranya bahkan kandas ke titik auto reject bawahnya (ARB), seperti KPIG yang turun 6,71 persen dan IPTV yang turun 6,94 persen.

Saham emiten pertambangan Grup Bakrie menurut hari dengan pergerakan positif, antara lain BUMI yang naik 1,67 persen dan anak usahanya BRMS yang naik 6,59 persen.

Sebelumnya diberitakan bahwa beberapa investor asing dengan kepemilikan saham di atas 5 persen di BRMS menambah kepemilikan sahamnya di emiten penambangan mineral tersebut, menjelang RUPS yang akan digelar 28 Juni mendatang.

Saham yang mengisi lima besar top gainer hari ini adalah MNC Investama Tbk alias BHIT yang naik 29,2 persen ke Rp 106 per saham, Arthavest Tbk alias ARTA yang naik 25 persen ke Rp 400 per saham, Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk alias GOLD yang naik 25 persen ke Rp 430 per saham, Pudjiadi Prestige Tbk alias PUDP yang naik 25 persen ke Rp 280 per saham, dan Fuji Finance Indonesia Tbk alias FUJI yang naik 24,7 persen ke Rp 282 per saham.

Selain itu, lima besar top loser IHSG hari ini adalah Cashlez Worldwide Indonesia Tbk alias CASH yang turun 10 persen ke Rp 234 per saham, Argo Pantes Tbk alias ARGO yang turun 6,9 persen ke Rp 2.000 per saham, Puri Global Sukses Tbk alias PURI yang turun 6,9 persen ke Rp 374 per saham, Gunung Raja Paksi Tbk alias GGRP yang turun 6,9 persen ke Rp 428 per saham, dan Perdana Bangun Pusaka Tbk alias KONI yang turun 6,9 persen ke Rp 1.405 per saham.

Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/1470277/samuel-sekuritas-anjloknya-ihsg-berkaitan-dengan-turunnya-cadangan-devisa/full&view=o

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *