Perekonomian dan Pendapatan Negara Kembali Pulih Setelah Pandemi COVID-19

Pandemi Covid-19 telah terjadi selama kurang lebih 1 tahun lamanya. Pandemi ini sangat menghambat jalannya perekonomian. Sehingga menyebabkan perekonomian negara mengalami perunuran yang sangat drastis. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu pandemi ini pun sedikit demi sedikit mulai teratasi, melalui prokes 3M dan vaksinasi. Akibatnya, aktivitas perekonomian pun dapat mulai berjalan seperti semula. Dengan perekonomian yang semakin peningkatan, pendapatan negara juga terus mengalami peningkatan.

Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa peningkatan pendapatan negara didorong karena adanya pembukaan kembali aktivitas ekonomi masyarakat. Pendapatan negara hingga akhir Oktober 2021 mencapai Rp 1.510,0 triliun atau 86,6% dan mengalami peningkatan sebesar 18,2% (yoy).

Pendapatan negara ini berasal dari penerimaan pajak sebesar Rp 953,6 triliun (77,6% dari target) dan meningkat sebesar Rp 69 triliun (15,3% dari target) serta mengalami kontraksi sebesar 18,8%. Selain itu, adanya peningkatan penerimaan bea cukai hingga bulan Oktober sebesar 25,5% yoy dan adanya peningkatan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar 25,2%.

Dampak pandemi Covid-19 memang sudah tidak sebesar tahun sebelumnya. Namun, belanja negara untuk keperluan kesehatan dan sosial harus tetap dilakukan. Dengan demikian pemulihan ekonomi bisa berjalan dengan baik.

 

Sumber:

https://money.kompas.com/read/2021/11/16/122831826/hingga-oktober-2021-pendapatan-negara-naik-182-persen

https://www.beritasatu.com/ekonomi/854497/sri-mulyani-pembukaan-kembali-ekonomi-pendapatan-negara-naik-18

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *