SEMINAR NASIONAL : Pengaruh Pajak Terhadap Perekonomian dan Pembangunan Bangsa

Pekalongan – Dalam rangka Pekan Akuntansi Syariah sekaligus memperingati berdirinya Jurusan Akuntansi Syariah (AKSYA) yang ke-1 tahun, AKSYA adakan seminar nasional bertemakan “Pengaruh Pajak Terhadap Perekonomian Dan Pembangunan Bangsa” di gedung MWC NU Rowolaku, Kajen. Kegiatan ini bermaksud untuk menumbuhkan kesadaran atas kewajiban membayar pajak bagi masyarakat dan pentingnya pajak bagi perekonomian serta pembangunan bangsa. Seninar ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Dr. Zawawi, M.Ag selaku bidang kemahasiswaan, Ketua Jurusan AKSYA, Gunawan Aji, S.E M.Si selaku pembina HMJ AKSYA, Dosen akuntansi IAIN Pekalongan, Sukirno, S.E M.Si selako moderator seminar, Dosen Perpajakan UNDIP, Moh. Didik ardiyanto, SE. M.S.I.Akt.Ph.D dan Kepala Bidang Pendataan dan Perencanaan BPKD Kab. Pekalongan, M.Arif Wahyu Hidayat, S.E selaku narasumber seminar nasional.

Seperti yang telah kita ketahui bahwa pajak adalah iuran rakyat pada kas negara berdasarkan Undang-Undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum untuk menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta wajib pajak untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan untuk perekonomian Negara dan pembangunan nasional. Sesuai falsafah Undang-Undang perpajakan membayar zakat bukan hanya kewajiban tetapi merupakan hak dari setiap warga Negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap lajunya perekonomian dan pembangunan Bangsa.

Pada kesempatan ini Bapak Moh. Didik ardiyanto, SE. M.S.I.Akt.Ph.D menyampaikan materinya mengenai pajak dan sistematikanya di Indonesia. Menurut beliau, ada beberapa yang perlu kita ketahui tentang pajak agar menambah pemahaman kita dalam menyikapi kewajiban membayar pajak dan menumbuhkan kesadaran dalam diri kita tentang pentingnya pajak. Beliau menyampaikan mengenai fungsi pajak, manfaat pajak, sistematika pembayaran pajak di Indonesia, bisnis digital online dengan kategorinya meliputi, classfied ads ( jasa pelayanan iklan di situs online) dan online marketpiece ( penyediaan layanan jual beli online).

Diharapkan dengan kita mengetahui tentang pajak sebagai salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh masyarakat, serta sistematika pembayaran pajak di Indonesia dapat menumbuhkan kesadaran kita atas kewajiban membayar pajak yang harus di laksanakan. Sebab peran masyarakat dalam pembangunan bangsa sangat dibutuhkan agar dapat berjalan dengan baik dan menjadikan bangsa yang maju, serta mensejahterak masyarakatnya dalam segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lalu, dalam kesempatan ini  Bapak M.Arif Wahyu Hidayat, S.E juga menyampaikan mengenai manfaat pajak bagi pembangunan daerah Kabupaten Pekalongan. Beliau menuturkan pentingnya peran masyarakat serta lembaga dalam membangun perekonomian dan kemajuan daerah. Beliau menyampaikan mengenai Pengaruh IAIN Pekalongan terhadap perekonomian wilayah sekitar Kajen, kabupaten Pekalongan, pendapatan asli daerah yang meliputi: pertama, pajak daerah yang termasuk didalamya adalah retribusi daerah, hasil pengelolaan daerah yang dipisahkan, jenis- jenis pajak dan pajak daerah, kedua pajak provinsi yang termasuk didalamya adalah pajak kendaraan bermotor, bea balik nama kendaraan bermotor, pajak behan bakar kendaraan bermoto,  pajak air permukaan dan pajak rokok, ketiga pajak kabupaten/ kota yang termasuk didalamya adalah pajak hotel, pajak restoran,hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam batuan, parkir, air, tanah dan sarang burung walet.

Beliau memaparkkan mengenai sistematika pengolahan pajak di tingkat kabupaten, diawalli dari proses masuknya pajak sebagai sumber pendapatan, yang kemudian akan dilakukan proses melalui perencanaan, penggangaran, skala prioritas, kegiatan, SDM yang profesional. Dan menghasilkan output berupa  pertumbuhan, efektifitas pembangunan, kesejahteraan masyarakat.

“Efektifiitas dan  maksimalitas dalam pengolahan pajak dapat menjadi pengaruh besar terhadap pertumbuhan daerah dalam segala aspek yang berakibat pada kesejahteraan masyarakatnya dapat dijamin dengan baik, hal tersebut harus didukung dengan SDM yang berkualitas”, imbuhnya.

Dari penyampaian materi yang telah disampaikan pemateri, selanjutnya Moderator yang pada kesempatan kali ini  bapak Sukirno, S.E,. M.Si,. membuka sesi pertama tanya jawab, dan dari Seminar tersebut telah didapat beberapa pertanyaan sebagai berikut :

Pertanyaan pertama dari Evi Nirmala Dewi semester dua dari Jurusan Akuntansi Syariah IAIN Pekalongan dia menanyakan pertanyaan kepada Bapak Didik undangnya, Evi menyanyakan “Bagaiman model pembelajaran akuntansi syariah yg benar, apakah dg diskusi atau bagaimana?” (jawaban) “Kita harus menyiapkan mental sebagai mahasiswa, mahasiswa harus independen untuk mencari materi atau belajar secara mandiri atau berkelompok dengan teman,tidak berpacu pada dosen saja.Melakukan praktikum untuk melatih skill mahasiswa, jangan segan- segan bertanya pada dosen”.

Pertanyaan kedua dari salah satu mahasiswa Ekonomi Syariah IAIN Pekalongan dengan pertanyaan sebagai berikut “250 jt jiwa hanya 15 jt yg bayar pajak, apakah operasional pemerintah cukup untuk menjalankan opeasionalnya, dan bagaimana tindakan untuk yang tidak membayar pajak?” kali ini pertanyaan dijawab oleh Pak Arif (jawaban) “Dengan  cara mencukup cukupkan dengan melihat prioritas yang diutamakan atau denga adanya peminjaman atau biasa disebut dengan hutang. 36 jt yang terdaftar pajak namun hanya 16 jt yang membayar pajak.“

Pertanyaan selanjutnya “Dimana pengusaha yg sudah nisab dan berkewajiban pajak dan berkewajiban membayar zakat sehingga memberatkan,apakah harus meninggalkan salah satu atau bagaimana?” dan kesempatan kali ini dijawab oleh Pak Didik (jawaban) “Zakat sebagai pengurang penghasilan bukan pengurang pajak. Penghitangan pajak yang sesuai tidak akan memberatkan pembayar pajak.”

Setelah itu, bapak Sukirno sapaannya mempersilakan sesi tanya jawab kedua. Pertanyaan dari peserta undangan yang ha